Dalam Kehidupan, Setiap orang
pasti pernah berdoa untuk sesuatu yang diinginkan atau berdoa untuk lepas atau
bebas dari sesuatu tidak mengenakkan, terlebih untuk seorang mukmin, karena
bagi seorang mukmin doa bukan hanya bermakna meminta sesuatu atau untuk
melepaskan diri dari sesuatu yang tidak mengenakkan, doa bagi seorang mukmin
bermakna penghambaan diri kepada Allah, juga menunjukkan betapa lemahnya kita
sehingga untuk mendapatkan sesuatu, selain usaha yang telah kita lakukan, kita
perlu berdoa untuk memperolehnya, jangan sampai kita tidak berdoa karena orang
yang tidak berdoa termasuk orang yang sombong dan ancamannya neraka seperti
firman Allah (QS Al-Mu’min: 60)
وَقَالَ
رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ
عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Dan
Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku [1327] akan masuk neraka
Jahannam dalam keadaan hina dina".
[1327] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdo'a kepada-Ku.
Selain itu, doa
bagi orang mukmin adalah suatu
ibadah, Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw,”Doa adalah ibadah.”( HR: Tirmizi,
disahihkan Al-Albani).
Karena begitu mulianya ibadah
doa ini, sudah dipastikan setiap harinya kaum muslimin berdoa kepada Allah dan
tidak hanya sekedar itu bahkan kaum muslimin mendatangi ulama Ahlus sunnah yang
masih hidup untuk minta didoakan kebaikan pada dirinya, bahkan tidak sedikit
kaum muslimin dengan mengeluarkan biaya yang besar pergi ke tempat-tempat
keramat atau kuburan wali-wali/ulama untuk meminta doa, padahal meminta doa
kepada orang yang sudah mati itu tidak boleh.
Al-Imam
Al-Bukhari dalam dua tempat, Pertama, dalam kitab Al-Istisqa` bab 3 no. 1010
dan di dalam kitab Fadha`ilush Shahabah bab 11 no. 3710. Meriwayatkan: “Sesungguhnya
‘Umar bin Al-Khaththab beristisqa` (minta turun hujan) melalui ‘Abbas bin Abdul
Muththalib bila ditimpa musim kering (yang berakibat terjadinya paceklik).
Beliau (‘Umar) berkata: “Ya Allah, sesungguhnya kami dulu bertawassul dengan
(doa istisqa`) Nabi Engkau dan Engkau menurunkan air hujan. Dan sekarang kami
bertawassul dengan(doa istisqa`) paman Nabi Engkau, maka turunkanlah atas
kami hujan, beliau berkata: ‘Lalu turun hujan buat mereka’.
Padahal, dengan modal kecil (Rp.1000) dan
dengan tenaga yang sedikit setiap harinya kita bisa mendapatkan doa dari
makhluk paling suci dan paling taat kepada Allah dan yang tidak pernah
melanggar perintah Allah yaitu Malaikat.
Rasulullah saw bersabda, “Setiap pagi hari, ada dua malaikat yg
diturunkan. Satu malaikat berdoa, ‘Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang
mensedekahkan (hartanya). Sedangkan malaikat yang lain berdoa, ‘Ya Allah,
berilah kerusakan bagi orang yang menahan-nahan (hartanya).” [HR
Bukhari-Muslim] Sumber : (http://rahmawan.com/2011/03/31/doa-malaikat-bagi-ahli-sedekah/)
Jadi,
Usahakan setiap harinya kita bisa menyisihkan uang untuk bersedekah, bagi yang
dilapangkan rezekinya malu rasanya kalau sedekahnya Cuma Rp.1000 sedangkan
didompet ada beberapa lembaran-lembaran Rp.50000 dan Rp.100000 nah bagi yang
pas-pasan bisa dengan Rp.1000 untuk mendapatkan doanya malaikat, Mudah Bukan. Bagi
yang belum mampu, cukup menerima sedekah saja dan diganti dengan sholat dhuha
dan sungguh luar biasa kalau tetap bersedekah disaat sempitnya rezeki. Wallahualam
Mohon maaf kalau ada salah kata dan mohon
Koreksi atas tidak sempurnanya tulisan ini.

Mudahnya Mendapatkan Doa Malaikat
Love Allah
title of post 3
title of post 4
title of post 5
Ajal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar